EKONOMIBERDAYA.COM — Prime Video menambah tiga film baru ke katalognya untuk ditonton akhir pekan ini, mulai dari drama skandal Fox News hingga anime laga Demon Slayer. Ketiga judul ini menawarkan pilihan berbeda bagi penonton yang bosan dengan tayangan rutin. Berikut alasan masing-masing layak masuk daftar tontonan.
Prime Video merilis satu film baru pekan ini, jumlah yang tergolong sepi untuk pertengahan bulan. Meski begitu, tiga judul yang tersedia tetap layak dipertimbangkan. Pilihan ini mencakup drama berbintang, anime laga, dan thriller bertema distopia.
Bombshell: Ketika Skandal Fox News Jadi Tontonan Berbintang
Film ini diangkat dari peristiwa nyata yang terjadi di lingkungan Fox News. Latar ceritanya bertumpu pada pemilihan presiden Amerika Serikat 2016. Tiga perempuan mengajukan tuduhan terhadap Roger Ailes, chairman Fox News saat itu, yang berujung pada pemecatannya.
Charlize Theron memerankan komentator politik Megyn Kelly. Nicole Kidman tampil sebagai jurnalis Gretchen Carlson, sementara Margot Robbie berperan sebagai Kayla Pospisil, sosok yang menjadi mata audiens dalam dunia pemberitaan yang keras. Kate McKinnon juga mencuri perhatian sebagai produser Fox yang blak-blakan.
Theron dan Robbie sama-sama meraih nominasi Oscar lewat penampilan mereka. Keduanya tak membawa pulang trofi, tapi akting mereka tetap jadi daya tarik utama film ini. Durasi satu jam 49 menit terasa cukup untuk menyorot tiga tokoh perempuan yang saling menguatkan.
Demon Slayer: Mugen Train, Laga Anime di Atas Kereta
Demon Slayer bukan judul yang biasa direkomendasikan untuk pemula anime. Namun film layar lebar pertama seri ini, Mugen Train, tetap layak ditonton siapa pun yang menyukai adegan pertarungan. Kualitas animasinya konsisten dari awal hingga akhir.
Ceritanya mengikuti Tanjiro Kamado, bocah 13 tahun yang keluarganya dibantai, kecuali sang adik Nezuko yang berubah menjadi iblis. Tanjiro membawa Nezuko dalam keranjang di punggungnya sambil bergabung dengan organisasi rahasia Demon Slayer Corps. Tujuannya dua: membalas kematian keluarganya dan mencari obat untuk Nezuko.
Di film ini, Tanjiro dan kawan-kawan naik kereta bersama seorang Demon Slayer berpangkat tinggi. Misi mereka membasmi iblis yang meneror penumpang. Latar cerita dan back story tokohnya cukup sederhana sehingga penonton baru tak perlu menonton serinya lebih dulu. Dubbing bahasa Inggrisnya juga tergolong rapi.
The Purge: Thriller Satu Lokasi yang Masih Efektif
Dari seluruh seri The Purge, hanya film pertama yang benar-benar layak direkomendasikan. Rilis 2013, film ini adalah thriller psikologis satu lokasi yang terasa membumi. Ketegangannya terjaga tanpa perlu adegan berlebihan.
Premisnya sederhana: satu malam dalam setahun, semua kejahatan termasuk pembunuhan dilegalkan hingga matahari terbit. Pemerintah menyebutnya sebagai sarana pelepasan stres demi ketertiban sepanjang tahun. Ethan Hawke berperan sebagai kepala keluarga yang ketakutan menghadapi malam itu.
Konflik bermula saat Hawke membiarkan orang asing yang terluka masuk ke rumahnya. Tindakan itu menarik perhatian sekelompok pemburu yang haus darah. Ada dilema moral yang menarik, sesuatu yang justru hilang di sekuel-sekuel berikutnya.
Sepuluh tahun sebelum tampil menakutkan di The Black Phone, Hawke sudah menunjukkan kemampuan serupa lewat The Purge. Bagi yang mencari tontonan akhir pekan tanpa komitmen panjang, ketiga film ini bisa jadi pilihan.