Perbedaan Metode Seduh Kopi V60, Mesin Espresso, dan Cold Brew

Perbedaan Metode Seduh Kopi V60, Mesin Espresso, dan Cold Brew
Ilustrasi cara seduh kopi nikmat [FOTO: NET].

JAKARTA Kopi sanggup diseduh menggunakan bermacam metode, mulai dari manual brew memakai V60, espresso menggunakan mesin, hingga cold brew menggunakan air dingin yang mempunyai alur penyeduhan serta karakter rasa yang berbeda.

Dalam Acara Starbucks Coffee Class di Kantor Kompas.com, Gregorius Michael, Juara 1 Starbucks Barista Championships 2025 tingkat Nasional, menerangkan perbedaan beberapa teknik penyeduhan kopi tersebut, termasuk pemakaian alat beserta karakter hasil seduhannya.

Lantas dari ragam teknik menyeduh kopi, apa poin yang membedakan satu teknik penyeduhan dengan teknik lainnya. Berikut perbedaan metode menyeduh kopi menurut Gregorius Michael, Juara 1 Starbucks Barista Championships 2025 tingkat Nasional:

Perbedaan Metode Seduh Kopi

1. Manual Brew V60

V60 merupakan salah satu varian teknik manual brew. Dalam prosesnya, kopi diseduh mengandalkan tangan tanpa bantuan mesin guna memperoleh ekstraksi kopi.

"Kalau V60 itu dia satu jenis sama coffee press. Kami ngomongnya manual brew karena masih pakai tangannya kami sendiri untuk nyeduh," ujar Gregorius kepada Kompas.com dalam Acara Coffee Class di Kantor Kompas.com pada Jumat, (18/9/2026).

Menurut penjelasannya, manual brew menghadirkan karakter rasa yang lebih clean lantaran racikan kopi disaring melewati paper filter.

2. Espresso Menggunakan Mesin

Bertolak belakang dari manual brew, espresso diolah menggunakan mesin yang memanfaatkan tekanan dari uap.

"Kalau mesin itu kan untuk ngeluarin si kopinya dia udah pakai tenaga uap," kata Gregorius.

Biji kopi yang dipakai untuk espresso memiliki tingkat gilingan yang halus. Menurut Gregorius, bubuk kopi tersebut dipadatkan menggunakan uap sehingga menghasilkan racikan kopi yang lebih tebal atau pekat. Espresso selanjutnya dapat dipakai sebagai racikan dasar bagi beragam varian minuman kopi, seperti americano dan caramel macchiato.

3. Coffee Press

Coffee press juga tergolong teknik penyeduhan yang berbeda ketimbang espresso. Mengenai metode ini, Gregorius menyebut tingkat gilingan kopi yang dipakai yaitu kasar atau coarse.

Ukuran tersebut disesuaikan mengikut susunan saringan pada alat coffee press. Apabila kopi digiling kelewat halus, endapan ampas dapat ikut terbawa tatkala kopi diminum. 

Mengenai rasio perbandingan kopi dan air, coffee press mengaplikasikan proporsi 1:18 atau berkisar 10 gram kopi untuk 180 mililiter air.

4. Cold Brew

Cold brew mengusung proses yang berbeda lantaran ampas kopi tidak langsung diseduh memakai air panas. Menurut Gregorius, racikan kopi untuk cold brew umumnya digiling kasar lalu dimasukkan ke dalam filter bag dan direndam memakai air dingin.

Tahapan perendaman tersebut memakan waktu berkisar 18-20 jam sebelum menghasilkan sajian kopi cold brew.

Gregorius memaparkan, kopi yang dipakai untuk cold brew umumnya menyimpan karakter yang cenderung asam lantaran metode tersebut mengejar profil rasa yang menyegarkan.

Setiap Metode Menghasilkan Karakter Berbeda

Dari bermacam metode tersebut, kontras perbedaan bukan cuma terletak pada perangkat yang dipakai, melainkan juga pada alur proses serta karakter hasil seduhannya. 

Manual brew semisal V60 mengandalkan pengerjaan tangan dan menghasilkan rasa yang lebih clean, sedangkan espresso memakai mesin bertumpu tekanan uap dan menghasilkan kopi yang lebih tebal atau pekat. 

Sementara itu, cold brew dibuat melalui proses merendam kopi memakai air dingin selama kisaran 18-20 jam yang memunculkan cita rasa cenderung asam.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index