EKONOMIBERDAYA.COM — Texas A&M menelan kekalahan pertama musim ini setelah tumbang 31-21 dari Kentucky di laga kandang, menandai salah satu kekalahan paling mengejutkan di era kepelatihan Mike Elko. Kekalahan ini membuat Aggies memulai kampanye SEC dengan rekor 0-1 dan menempatkan ambisi mereka menuju College Football Playoff dalam posisi genting.
Texas A&M memasuki laga sebagai unggulan 17 poin di kandang sendiri. Kentucky justru tampil lebih agresif dan menguasai setiap duel lini scrimmage sejak awal pertandingan.
Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Aggies musim ini. Rekor mereka kini 2-1 secara keseluruhan dan 0-1 di kompetisi SEC.
Lini Depan Aggies Jadi Biang Kerok
Pertahanan Texas A&M tampak kehilangan arah setelah pekan sebelumnya menang 48-20 atas Arizona State. Kentucky berhasil mencatat lebih dari 150 yard rushing dan mendominasi pertarungan fisik di lini depan.
Running back transfer dari Texas, CJ Baxter, menjadi momok utama dengan 87 yard rushing dan dua touchdown. Quarterback Kentucky Kenny Minchey juga bersinar lewat 252 yard passing dan dua touchdown.
Pass rush Aggies nyaris tidak terasa sepanjang laga. Hanya dua sack yang berhasil dibukukan, dengan T.J. Searcy tampil sebagai salah satu dari sedikit pemain yang konsisten menekan.
Marcel Reed Tertekan, Akurasi Jadi Masalah
Quarterback Marcel Reed menyelesaikan 26 dari 49 operan untuk 236 yard, dua touchdown, dan dua intersepsi. Rata-rata yard per completion-nya hanya 4,8, jauh dari standar yang dibutuhkan di level SEC.
Reed terlihat tidak nyaman di dalam pocket sepanjang pertandingan. Keputusan buruk dan akurasi yang menurun membuat serangan Aggies sulit berkembang.
Pelatih Mike Elko mengakui quarterbacknya sedang dalam tekanan besar. "Dia merasa harus membela dirinya terlalu banyak. Kamu bisa lihat stres menghantamnya. Saya sudah mencoba membuatnya rileks," ujarnya.
Elko menambahkan bahwa masalah Reed lebih pada mental daripada teknis. "Seperti pitcher yang tidak bisa menunjukkan strike. Dia harus rileks dan bermain sesuai kemampuannya."
Permainan Rushing Membaik, tapi Belum Cukup
Reed justru memimpin rushing Aggies dengan 80 yard dan satu touchdown. Rueben Owens menyusul dengan 74 yard.
Secara tim, Texas A&M mencatat rata-rata 5,3 yard per percobaan rushing. Angka ini naik signifikan dibanding pekan lalu yang hanya 2,6 yard.
Namun dalam kekalahan, quarterback menjadi pemimpin rushing tetap menjadi tanda bahaya bagi lini serang. Freshman KJ Edwards sempat tampil menjanjikan di awal laga sebelum keluar karena cedera.
Tekanan Kini Beralih ke Mike Elko
Elko baru saja menandatangani perpanjangan kontrak setelah musim keduanya membawa Aggies ke College Football Playoff pertama dalam sejarah program. Musim itu juga dimulai dengan 11 kemenangan beruntun.
Setelah kekalahan dari Kentucky, Elko meminta timnya bangkit dari keterpurukan. "Man up. Kamu tahu siapa dirimu saat menghadapi kesulitan. Semua orang akan meninggalkan kita. Ini bukan tentang semua orang, ini tentang orang-orang di ruang ganti itu," katanya.
Texas A&M masih punya sisa musim panjang. Tapi lawan berikutnya sudah menanti: lawatan ke markas LSU malam berikutnya.
Harapan Aggies untuk kembali ke CFP kini nyaris pupus. Basis penggemar pun mulai kehilangan kepercayaan pada proyek yang dibangun Elko.