EKONOMIBERDAYA.COM — Bayern Munich menghancurkan Union Berlin 7-0 di Allianz Arena pada laga terakhir sebelum jeda internasional. Michael Olise mencetak hattrick, Harry Kane menambah dua gol, sementara Jamal Musiala dan Ismael Saibari melengkapi pesta gol tuan rumah.
Union Berlin datang dengan rencana memblokir lini tengah rapat-rapat. Strategi itu justru membuka ruang di kedua sisi sayap yang dieksploitasi Bayern tanpa ampun.
Olise Bikin Tiga Gol dari Enam Tembakan
Michael Olise jadi bintang utama dengan hattrick dari enam tembakan, lima di antaranya mengarah ke gawang. Nilai expected goals (xG) pemain asal Prancis itu hanya 1,11, tapi ia keluar dengan tiga gol.
Statistik lain Olise tak kalah gila: 18 duel darat dimenangi, tiga tekel, dan akurasi umpan 86 persen. Secara statistik, ia berada di persentil 90+ untuk gol, tembakan, sentuhan, dan penciptaan peluang dibanding gelandang serang serta winger lain.
Musiala Menang 15 Duel, Terbanyak di Laga
Jamal Musiala mencetak satu gol dan memenangi 15 duel, terbanyak di antara pemain kedua tim. Ia bergerak bebas di jalur horizontal dan vertikal, membuat blok rapat Union Berlin kewalahan.
Gol Musiala lahir dari skema yang jadi mimpi buruk Union. Bayern merebut bola dari tekanan, Alphonso Davies menyisir kiri, lalu melepas umpan ke tepi kotak penalti yang diselesaikan Musiala.
Harry Kane hanya menyentuh bola 23 kali sepanjang laga. Itu tak menghalanginya mencetak dua gol, satu di antaranya dari titik penalti.
Union Berlin Kalah di Semua Angka Bertahan
Union Berlin sebenarnya unggul dalam beberapa angka bertahan. Masalahnya, Bayern memilih wilayah serang dengan tepat dan menyelesaikannya dalam laju yang sulit dijelaskan angka.
- 23 tembakan Bayern, 15 mengarah ke gawang, tujuh jadi gol
- xG Bayern hanya 3,77 — jauh di bawah torehan gol aktual
- xGOT Bayern 3,54, bahkan lebih rendah dari xG
- Kiper Union, Frederik Rønnow, membuat enam penyelamatan
Angka-angka itu menunjukkan penciptaan peluang Bayern tidak anomali. Yang di luar perhitungan adalah penyelesaian akhirnya.
Rencana Union Berlin Runtuh Tanpa Plan B
Ide Union bermain bertahan dalam sambil menekan tinggi sebenarnya masuk akal secara teori. Mereka berencana merebut bola lewat tekanan, lalu melancarkan serangan balik sebelum Bayern sempat menata pertahanan.
Masalahnya, begitu tekanan berhasil dilewati, tidak ada rencana cadangan. Semua pemain punya tugas tetap, dan saat satu keluar dari posisi, ruang untuk lawan justru terbuka lebih lebar.
Ketinggalan satu gol masih bisa ditoleransi. Tapi ketika skor terus bertambah, struktur pertahanan Union pelan-pelan hancur dan tidak bisa dibangun ulang.
Kemenangan ini jadi margin terbesar Bayern atas Union Berlin. Sebelumnya, rekor terbaik Bayern melawan tim yang sama adalah 5-1.