EKONOMIBERDAYA.COM — Kementerian Keuangan Amerika Serikat resmi menjatuhkan sanksi terhadap BitBank, bursa kripto asal Iran yang dikendalikan taipan Babak Zanjani. Langkah ini menargetkan praktik pungutan "tarif melintas" secara ilegal dari kapal komersial di Selat Hormuz yang diproses lewat aset digital.
Departemen Keuangan AS melalui Office of Foreign Assets Control (OFAC) memblokir seluruh akses keuangan BitBank dan entitas terkait. Sanksi diumumkan sebagai bagian dari Operation Economic Outcast yang dicanangkan Presiden Donald Trump sejak 24 Agustus.
Operasi tersebut bertujuan memutus aliran dana luar negeri ke rezim Teheran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). BitBank menjadi target karena dituduh memfasilitasi transaksi bagi Hormuz Safe Marine Services Authority, lembaga Iran yang mengontrol lalu lintas maritim di Selat Hormuz.
Peran BitBank dalam Pungutan Ilegal di Selat Hormuz
Hormuz Safe Marine Services Authority sebelumnya dikenai sanksi AS pada Juni lalu. Lembaga ini dituduh menarik pembayaran dari kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi distribusi minyak global.
BitBank diduga menjadi kanal pemrosesan pembayaran tersebut menggunakan mata uang kripto. Nilai transaksinya disebut mencapai angka fantastis, meski tidak dirinci dalam pengumuman resmi AS.
Daftar Pihak yang Diblokir AS
Selain BitBank, OFAC melarang warga dan entitas bisnis AS bertransaksi dengan sejumlah pihak. Berikut daftarnya:
- Pishtaz Simorgh Electronic Trade Company — pengembang sistem transaksi
- Hossein Ali Zaker Hossein (69) — kepercayaan Zanjani
- Mohammad Mahdi Zaker Hossein (45) — kepercayaan Zanjani
- Seyed Adel Heidari (51) — kepercayaan Zanjani
Babak Zanjani merupakan taipan kontroversial yang sebelumnya dijatuhi hukuman mati di Iran atas kasus korupsi minyak. Namanya kembali muncul dalam jaringan pendanaan yang ditargetkan AS.
Pernyataan Resmi Menteri Keuangan AS
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan sanksi ini menyasar infrastruktur aset digital Iran secara langsung. Ia menyatakan upaya pembiayaan rezim Iran lewat kripto tidak akan luput dari pengawasan OFAC.
"Sanksi terhadap infrastruktur aset digital Iran hari ini memperjelas bahwa upaya membiayai rezim Iran menggunakan mata uang kripto tidak akan luput dari jangkauan OFAC," tegas Bessent.
Implikasi bagi Pasar Kripto dan Pelayaran Global
Sanksi ini memperluas tekanan AS terhadap Iran ke ranah aset digital. Selama ini kripto dipandang sebagai jalur alternatif untuk menghindari sistem keuangan konvensional yang diawasi dolar AS.
Bagi pelaku pasar kripto global, langkah OFAC menegaskan bahwa bursa dan platform aset digital yang terhubung dengan entitas tersanksi berisiko diblokir dari sistem keuangan Amerika. Kepatuhan terhadap daftar sanksi OFAC menjadi faktor krusial bagi platform yang ingin tetap beroperasi di pasar internasional.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran yang mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Setiap gangguan di kawasan ini berpotensi memengaruhi harga minyak mentah dan biaya pengiriman global.