Prabowo: Solar Langka di Dunia, RI Produksi Sendiri Berkat Sawit

Sabtu, 19 September 2026 | 15:41:00 WIB
Prabowo: Solar Langka di Dunia, RI Produksi Sendiri Berkat Sawit

EKONOMIBERDAYA.COM — Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak lagi mengimpor solar per 1 Juli 2026 berkat keberhasilan pengembangan biodiesel B50 berbahan minyak kelapa sawit. Klaim itu disampaikannya saat pasar global justru mengalami kelangkaan solar, sehingga uang tidak selalu bisa menjamin ketersediaan pasokan.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan capaian itu dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Menurutnya, Indonesia kini mampu memproduksi solar sendiri dari kelapa sawit.

Pernyataan tersebut menempatkan sawit sebagai tulang punggung energi nasional. Prabowo menilai komoditas ini punya nilai strategis karena bisa diolah menjadi puluhan produk turunan.

Kelangkaan Solar Global Jadi Latar Klaim Prabowo

Prabowo menyebut situasi pasar dunia sedang tidak menguntungkan bagi negara pengimpor. Solar, katanya, sulit ditemukan meski anggaran tersedia.

"Dan hari-hari ini solar langka di dunia, kita punya uang pun mungkin tidak ada barangnya, alhamdulillah kita sudah bisa produksi solar kita sendiri, Saudara-saudara. Dari mana? Dari kelapa sawit, dari tanaman yang Maha Kuasa telah memberi karunia kepada kita," ujar Prabowo.

Pernyataan itu menegaskan posisi mandatori biodiesel sebagai kebijakan energi yang menyentuh langsung sisi pasokan bahan bakar nasional. Pemerintah sebelumnya mendorong pencampuran biodiesel ke solar secara bertahap, dari B30, B35, hingga B40.

B50 dan Target Bebas Impor Solar

B50 adalah campuran 50% biodiesel dari CPO dengan 50% solar. Penerapan mandatori ini menjadi dasar klaim pemerintah bahwa Indonesia tidak lagi bergantung pada solar impor mulai 1 Juli 2026.

Bagi pelaku industri sawit, kebijakan ini membuka permintaan domestik yang lebih besar terhadap CPO. Permintaan itu berpotensi menopang harga tandan buah segar di tingkat petani, meski di sisi lain bisa mengurangi volume ekspor.

Sejumlah analis sebelumnya mengingatkan bahwa peningkatan mandatori biodiesel perlu dibarengi dengan kesiapan pasokan CPO. Jika produksi tidak mencukupi, harga minyak goreng di pasar domestik bisa tertekan.

57 Produk Turunan dari Sawit

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyebut kelapa sawit sebagai tanaman ajaib. Menurutnya, sawit dapat menghasilkan sedikitnya 57 jenis produk turunan.

Derivatif itu mencakup produk energi, pangan, farmasi, hingga kosmetik. Pemerintah memandang hilirisasi sawit sebagai salah satu pilar industrialisasi yang menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

Klaim bebas impor solar ini menjadi sinyal politik bahwa kebijakan energi berbasis sawit akan terus dilanjutkan. Bagi investor, arah ini relevan memantau kinerja emiten perkebunan dan produsen biodiesel di Bursa Efek Indonesia.

Terkini