Museum Indonesia TMII: Koleksi Unik dan Tiket Rp10.000

Museum Indonesia TMII: Koleksi Unik dan Tiket Rp10.000

EKONOMIBERDAYA.COM — Museum Indonesia di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menyimpan puluhan koleksi budaya dari berbagai daerah, mulai dari patung ritual hingga gendongan bayi tradisional suku Dayak. Museum yang diresmikan 20 April 1980 ini buka setiap hari pukul 08.00–17.00 WIB dengan tiket masuk Rp10.000.

Peresmian Museum Indonesia dilakukan Presiden Soeharto pada 20 April 1980, tepat lima tahun setelah TMII berdiri. Museum ini merupakan gagasan Ibu Tien Soeharto dengan dukungan pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Ibu Tien kala itu mengimbau masyarakat menyerahkan benda budaya unggulan dari seluruh daerah untuk menjadi koleksi museum. Koleksi yang terkumpul kemudian dipamerkan sebagai cerita tentang kekuatan Bhinneka Tunggal Ika dalam perjalanan bangsa.

Patung Cili hingga Dadong Angon

Patung Cili berasal dari Bali dan digunakan sebagai sarana ritual masyarakat Hindu setempat. Cili menyimbolkan dewa-dewi kesuburan dan kemakmuran, dengan Dewi Sri dan Dewa Sedana sebagai simbolisasi dua hal tersebut.

Ada pula Dadong Angon, patung asli Bali yang menggambarkan nenek penggembala itik. Patung ini dibuat seniman bernama Anak Agung Adi dan mencerminkan kehidupan masyarakat pedesaan agraris.

Koleksi lain adalah Patung Hanoman Menyelamatkan Sita, karya dekoratif dari fragmen pewayangan Ramayana. Fragmen ini melibatkan Hanoman, si kera putih anak Batara Bayu, yang berusaha menyelamatkan Sita setelah diculik Rahwana dan ditawan di Alengka Pura.

Pratima dan Bening Aban

Pratima dalam bahasa Sanskerta berarti arca, gambar, atau simbol. Benda ini menjadi media penghubung dengan Tuhan, berkaitan dengan keterbatasan manusia membayangkan Tuhan yang nirguna atau tanpa sifat.

Dari Kalimantan, ada Bening Aban, gendongan bayi tradisional suku Dayak yang dipakai membawa bayi di punggung saat orang tua bekerja. Gendongan ini digunakan sejak bayi berusia sekitar 6 bulan hingga 1,5 tahun.

Bening Aban dihiasi ornamen yang dipercaya melindungi bayi dari roh jahat, terbuat dari kayu banggeris yang tumbuh di hutan hujan Kalimantan. Ketika anak tumbuh, gendongan ini tidak dijual atau ditukar karena dianggap menyimpan bagian dari jiwa sang anak.

Aturan Kunjungan dan Harga Tiket

Pengunjung perlu mengikuti sejumlah aturan selama berada di dalam museum, mulai dari larangan menyentuh koleksi hingga larangan membuka makanan dan minuman. Pengunjung juga tidak boleh menggunakan flash kamera atau kamera DSLR tanpa izin.

Aturan lain mencakup larangan membuang sampah sembarangan, membawa hewan peliharaan, berlari di dalam museum, merokok, dan membawa senjata tajam. Pengunjung diminta tetap tenang dan tidak membuat kegaduhan.

Museum Indonesia buka pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Tiket masuk seharga Rp10.000 dan hanya dapat dibayar menggunakan QRIS, tidak menerima pembayaran tunai.

Selain ruang pamer, tersedia ruang baca yang bisa digunakan pengunjung sebagai fasilitas pembelajaran. Sajian sejarah dan peradaban bangsa di museum ini ditujukan sebagai bagian dari pembelajaran kehidupan berbangsa, baik masa kini maupun masa mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index