EKONOMIBERDAYA.COM — Kelinci memang doyan ngunyah hampir sepanjang hari, tapi tidak semua makanan aman buat sistem pencernaannya. Beberapa makanan yang biasa kita konsumsi justru bisa memicu keracunan hingga gangguan organ, jadi pemilik perlu lebih selektif memberi camilan.
Kelinci peliharaan sering terlihat lucu saat mendekat begitu kita buka kulkas atau bawa camilan. Sayangnya, refleks ingin berbagi makanan itu bisa berujung fatal. Sistem pencernaan kelinci dirancang untuk makanan tinggi serat dan rendah lemak, bukan sisa makanan manusia.
Dikutip dari Oxbow Animal Health, ada sejumlah makanan yang sebaiknya tidak pernah masuk ke mangkuk kelinci. Mulai dari buah yang terlihat sehat sampai sisa lauk di meja makan, semuanya berisiko.
Alpukat: Beracun di Semua Bagian
Alpukat mengandung persin, senyawa yang sangat beracun bagi kelinci. Zat ini tidak cuma ada di daging buahnya, tapi juga kulit, biji, sampai daunnya.
Kalau tertelan dalam jumlah berbahaya, kelinci bisa menunjukkan gangguan perilaku dan kesulitan bernapas. Pada kondisi parah, keracunan bisa memengaruhi fungsi jantung dan berujung kematian.
Cokelat dan Risiko Teobromin
Cokelat mengandung teobromin dan kafein yang berbahaya buat tubuh kelinci. Cokelat hitam kadar teobrominnya lebih tinggi, jadi risikonya juga lebih besar.
Gejala keracunan yang perlu diwaspadai antara lain diare, gelisah, gemetar, terengah-engah, detak jantung meningkat, hingga suhu tubuh naik.
Bawang dan Keluarga Allium
Bawang merah, bawang putih, daun bawang, dan bawang bombay mengandung senyawa yang merusak sel darah merah lewat proses oksidatif. Kondisi ini bisa memicu anemia hemolitik.
Tanda-tandanya: tubuh lemas, gusi pucat, kehilangan nafsu makan, sempoyongan, dan kelinci jadi lebih banyak diam dari biasanya.
Daging, Telur, dan Produk Susu
Sebagai herbivora, kelinci tidak punya sistem pencernaan untuk mengolah protein hewani. Daging, telur, susu, keju, yoghurt, dan camilan berbahan susu sebaiknya dihindari.
Memberi camilan susu mungkin terlihat aman, tapi bisa memicu gangguan pencernaan, menambah risiko obesitas, dan mengacaukan keseimbangan mikroorganisme di saluran cerna.
Kacang Merah dan Kentang Mentah
Kacang merah tinggi karbohidrat sehingga tidak cocok dengan kebutuhan nutrisi kelinci. Efeknya bisa berupa perut kembung, feses lunak, diare, dan gangguan keseimbangan bakteri pencernaan.
Kentang mentah mengandung solanin yang memicu gangguan pencernaan, sakit perut, lesu, dan turunnya nafsu makan. Kandungan pati dan kalorinya yang tinggi juga bikin kentang tidak layak jadi pakan kelinci.
Jamur dan Tanaman Hias
Beberapa jenis jamur mengandung mikotoksin yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan, kerusakan organ, hingga gangguan saraf. Jamur sebaiknya tidak diberikan sama sekali.
Tanaman hias di rumah juga perlu dijauhkan dari jangkauan kelinci. Tidak semua tanaman aman dikonsumsi, dan yang tampak tidak berbahaya bisa saja terpapar pestisida atau bahan kimia lain.
Yang Perlu Diingat Pemilik
Jangan memberi makanan hanya karena kelinci terlihat tertarik atau melahapnya dengan lahap. Insting makan hewan peliharaan tidak selalu jadi penanda makanan itu aman.
Pilih pakan yang sesuai kebutuhan nutrisinya dan kenalkan jenis makanan baru secara bertahap. Kalau kelinci menunjukkan gejala tidak biasa setelah makan sesuatu, segera konsultasi ke dokter hewan.