Usai Resmi IPO, Bach Multi Global Bidik Pendapatan Rp3 Triliun

Usai Resmi IPO, Bach Multi Global Bidik Pendapatan Rp3 Triliun
Target Pendapatan Rp3 Triliun, BACH Pacu Ekspansi Bisnis Usai IPO [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Bach Multi Global Tbk. (BACH) mengincar perolehan omset hingga melampaui Rp3 triliun pada tahun 2030 mendatang selepas resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme penawaran umum perdana saham (IPO).

Jajaran manajemen BACH memproyeksikan pos pendapatan perusahaan bakal merangkak naik dari posisi kisaran Rp1,73 triliun pada tahun 2025 menuju angka di atas Rp3 triliun di tahun 2030, atau mencerminkan ritme pertumbuhan rata-rata berkisar 12% tiap tahunnya.

"Perseroan menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan. Berdasarkan proyeksi, pendapatan diperkirakan meningkat dari sekitar Rp1,73 triliun pada 2025 menjadi lebih dari Rp3 triliun pada 2030," tulis manajemen BACH dalam keterangan resmi, Rabu (8/7/2026).

Selaras dengan tren pertumbuhan pos pendapatan, torehan laba bersih emiten ditaksir ikut meroket hingga menyentuh angka sekitar Rp401 billion pada tahun 2030, atau memperlihatkan lonjakan berkisar 158% bila disandingkan dengan realisasi pada tahun buku 2025. 

Target performa bersangkutan disokong oleh agenda ekspansi pada lini bisnis power solution, peningkatan volume proyek pengerjaan infrastruktur telekomunikasi, efisiensi dalam hal operasional, serta terpangkasnya pos beban keuangan pasca-agenda IPO.

Guna memberikan sokongan terhadap rencana strategis tersebut, BACH melepas sebanyak 615 juta lembar saham baru atau setara dengan porsi 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pasca-IPO.

Pihak perusahaan menetapkan koridor harga penawaran pada rentang Rp400 hingga Rp500 per lembar saham, sehingga mengantongi peluang untuk mengumpulkan pasokan dana segar mencapai Rp307,5 miliar. Dana hasil aksi korporasi IPO ini bakal dialokasikan demi mendanai ekspansi bisnis.

Porsi kisaran 70% dari dana segar tersebut akan diserap sebagai pemenuhan modal kerja, terkhusus bagi agenda pembelian unit genset guna mengantisipasi tingginya permintaan pasar di sektor penjualan maupun penyewaan. 

Sementara itu, porsi 30% sisanya akan dialokasikan untuk melunasi sebagian kewajiban pinjaman bank demi memperkokoh postur struktur permodalan perseroan.

Dalam jangka panjang, perusahaan bakal mengarahkan fokus ekspansi pada agenda penambahan kapasitas lini penyewaan pembangkit energi listrik hingga menyentuh 50 megawatt (MW) per tahun, pengembangan sektor bisnis energi baru terbarukan, peningkatan pengerjaan proyek jaringan telekomunikasi, penguatan porsi pendapatan berbasis kontrak jangka panjang (recurring income), serta langkah transformasi operasional lewat implementasi digitalisasi.

Laba Melonjak Hampir 100%

Menjelang momen pencatatan saham perdana, BACH berhasil membukukan lompatan performa kinerja yang krusial sepanjang tahun buku 2025. Pos pendapatan perusahaan terpantau merangkak naik hampir 40% secara tahunan menuju posisi kisaran Rp1,73 triliun. 

Di lain sisi, raihan laba bersih meroket sebesar 97,5% menjadi sekitar Rp155 miliar dari realisasi di tahun sebelumnya. Tren kenaikan tersebut ikut mendongkrak margin laba bersih perusahaan naik menjadi 9% dari posisi sebelumnya di level 6,3%.

Akselerasi performa operasional ini ditopang oleh aktivitas penjualan unit genset yang melesat di atas 93% secara tahunan serta lini bisnis penyewaan genset yang mencatatkan pertumbuhan masif melampaui 1.200%. 

Di sudut lain, ceruk pasar jasa konstruksi serta pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi konsisten bertindak sebagai salah satu penopang utama pendapatan lewat kepemilikan kontrak jangka panjang yang memproduksi pendapatan berulang.

BACH sejauh ini telah menjalankan roda bisnis selama lebih dari 20 tahun, mengarsiteki lebih dari 40.000 site, menyalurkan lebih dari 20.000 unit genset, serta melayani portofolio lebih dari 200 klien korporasi dari aneka bidang strategis, meliputi sektor telekomunikasi, industri perbankan, energi, hingga instansi pemerintahan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index