Djokovic Tidak Puas Cuma Sampai Semifinal Wimbledon

Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:49:01 WIB
Disingkirkan Sinner, Djokovic Kecewa Gagal ke Final Wimbledon [FOTO: NET].

JAKARTA - Petenis Novak Djokovic menyatakan tidak puas kiprahnya pada Wimbledon 2026 cuma mentok pada babak semifinal, sebelum didepak oleh petenis peringkat satu dunia Jannik Sinner.

Djokovic terpaksa mengakui keunggulan Sinner lewat kekalahan straight set, mengulang hasil yang identik pada fase yang sama di Wimbledon tahun lalu.

"Bagus, tetapi belum cukup," kata Djokovic menilai capaiannya di Wimbledon.

Petenis asal Serbia tersebut menembus satu final serta satu semifinal dari tiga ajang Grand Slam yang telah dilakoninya musim ini. Sementara pada musim lalu, ia berhasil memijak semifinal di seluruh ajang Grand Slam.

"Saya rasa bagi 99 persen pemain, itu hasil yang sangat bagus. Bagi saya, itu bagus, tetapi belum cukup, karena saya terbiasa dengan hasil dan pencapaian di level tertinggi," ujar pemilik 24 gelar turnamen Grand Slam tersebut.

Ia berterus terang masih berupaya menyelaraskan antara ekspektasi personal dengan realitas bahwa dirinya tetap sanggup bersaing pada kasta tertinggi kendati sudah menginjak usia 39 tahun.

Menurut Djokovic, sepanjang berada dalam keadaan fisik yang prima, ia masih optimistis sanggup unjuk gigi selaku salah satu dari lima petenis terbaik jagat dan berkompetisi memperebutkan mahkota Grand Slam.

Djokovic sebelumnya sempat menumbangkan Sinner pada semifinal Australian Open di awal musim ini. Namun, hasil negatif di Wimbledon membuatnya menelan kekalahan enam kali dari tujuh bentrokan pamungkas kontra petenis Italia itu.

"Tentu saya kecewa. Saya ingin memenangi Wimbledon. Itulah alasan saya masih bekerja sangat keras. Namun, saya kalah dari pemain yang lebih baik. Saya harus menerimanya," katanya.

Ia menilai petenis berumur 24 tahun itu menyuguhkan performa yang amat kokoh sepanjang laga, terkhusus lewat pukulan servis yang kian sukar diantisipasi serta stabilitas performa dari area baseline.

"Saya tidak kecewa pada diri sendiri. Saya rasa saya tidak melakukan banyak kesalahan. Dia memang tampil satu atau dua level lebih baik daripada saya," ujar mantan petenis nomor satu dunia itu.

Djokovic terakhir kali merengkuh trofi Wimbledon pada tahun 2022. Selepas itu, ia dua kali beruntun tumbang di partai final dari Carlos Alcaraz pada edisi 2023 dan 2024, sebelum akhirnya didepak Sinner di semifinal pada edisi 2025 dan 2026.

Walau begitu, Djokovic tetap menganggap penampilannya pada ajang Wimbledon tahun ini menyisipkan sisi positif.

Ia secara khusus menggarisbawahi kemenangan kontra Felix Auger-Aliassime di perempat final lewat tie-break set kelima dalam laga berdurasi lima jam 15 menit, yang menjelma perempat final paling lama sepanjang sejarah Wimbledon.

"Saya bangga dengan apa yang saya capai beberapa hari lalu. Saya membuktikan kepada diri sendiri dan orang lain bahwa saya masih bisa bermain di level tertinggi. Saya mencapai empat besar Wimbledon," kata Djokovic.

Ia mengimbuhkan bahwa daya juang serta dedikasinya sepanjang turnamen tetap terjaga dengan baik, kendati membenarkan kualitas permainannya secara menyeluruh belum seapik kala berlaga di Australian Open.

Lewat raihan tersebut, Djokovic masih mesti menanti momentum berikutnya demi memburu gelar Grand Slam ke-25 sepanjang kariernya. Target itu bakal kembali diperjuangkan pada US Open, turnamen yang terakhir kali dimenanginya pada 2023 silam.

Terkini