Menhub Targetkan Celukan Bawang Atasi Kepadatan Jawa-Bali

Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:18:32 WIB
Atasi Padatnya Ketapang-Gilimanuk, Menhub Siapkan Pelabuhan Baru [FOTO: NET].

JAKARTA- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi membidik Pelabuhan Celukan Bawang agar mulai memfasilitasi aktivitas penyeberangan pada pengujung tahun guna menolong penguraian arus kendaraan di perlintasan Ketapang-Gilimanuk.

Menhub menandaskan optimalisasi Pelabuhan Celukan Bawang merupakan salah satu tindakan strategis demi memangkas kemacetan lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk yang selama ini menjadi urat nadi utama penghubung Pulau Jawa dan Bali.

“Kita perlu mengatasi kepadatan yang terjadi di penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Belajar dari pengalaman di lintas Merak–Bakauheni, kami berpandangan kepadatan harus dipecah melalui pelabuhan alternatif,” kata Menhub dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Menhub telah menginspeksi Pelabuhan Celukan Bawang, di Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (9/7/2026). 

Hal itu sebagai bagian dari ancang-ancang menyongsong pelaksanaan angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, serta angkutan Lebaran 2027 yang berdekatan dengan Hari Raya Suci Nyepi.

Pengecekan dilangsungkan setelah Menhub bersua dengan Gubernur Bali I Wayan Koster di Gedung Kertha Sabha, Denpasar. Dalam momentum tersebut, Menhub bersama Gubernur Bali mengulas akselerasi penguatan infrastruktur transportasi di Bali pada lini udara serta laut.

Menhub mengutarakan Kementerian Perhubungan telah mengkaji deretan alternatif rute penyeberangan yang dapat menyokong penyebaran arus kendaraan, yakni Jangkar–Celukan Bawang, Tanjung Wangi–Celukan Bawang, Ketapang–Padang Bai/Gunaksa, serta Ketapang–Benoa.

Dari aneka alternatif tersebut, Pelabuhan Celukan Bawang diestimasikan menjadi salah satu poros krusial dalam menyalurkan arus penyeberangan dari Jawa menuju Bali.

Menhub memerintahkan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan PT ASDP Indonesia Ferry mempercepat kesiapan Pelabuhan Celukan Bawang lewat perampungan studi teknis serta pemantapan fasilitas bersandarkan target yang telah dipatok.

Dudy meminta Pelindo melangsungkan revitalisasi Pelabuhan Celukan Bawang supaya sanggup melayani rute penyeberangan dari Pelabuhan Jangkar, Ketapang, dan Tanjung Wangi di Banyuwangi sebagai bagian dari ikhtiar memperluas opsi konektivitas Jawa-Bali.

Di samping itu, Pelindo beserta ASDP diminta merampungkan segenap persiapan searah jadwal sehingga Pelabuhan Celukan Bawang bisa mulai berfungsi pada Desember 2026 nanti demi membantu membagi arus penyeberangan dan memangkas kepadatan di lintas Ketapang-Gilimanuk.

"Harapannya, pada Desember mendatang Pelabuhan Celukan Bawang sudah dapat membantu memecah arus penyeberangan Ketapang Gilimanuk,” kata Dudy.

Masih pada lini yang sama, Menhub menyebutkan, Kemenhub berikhtiar meneruskan program water taxi selaku moda transportasi alternatif guna mereduksi kemacetan lalu lintas jalan raya.

Menurut Menhub, layanan itu diproyeksikan sanggup memotong durasi perjalanan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Canggu dari kisaran 1,5–2 jam menjadi berkisar 30 menit saja.

“Kita sudah menghitung, dari bandara ke Canggu bisa ditempuh sekitar 30 menit. Paling tidak ini dapat mengurangi beban jalan. Animo wisatawan juga cukup tinggi karena memberikan pengalaman perjalanan yang berbeda,” tuturnya.

Sementara itu, pada lini udara, Menhub menyampaikan Kemenhub terus memacu penguatan konektivitas udara di Bali lewat pengembangan bandara yang ada sekarang.

“Kita melihat jumlah penumpang Bandara I Gusti Ngurah Rai saat ini mencapai sekitar 24,9 million penumpang per tahun, bahkan sudah melampaui kondisi sebelum pandemi COVID-19," kata Dudy.

"Harapannya, melalui pengembangan kapasitas bandara, jumlah tersebut dapat meningkat hingga sekitar 32 juta penumpang sehingga dapat mendukung pemerataan pembangunan,” tambah Dudy.

Terkini