Preview Argentina Vs Mesir: Scaloni Waspadai Ketatnya Piala Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 | 04:54:01 WIB
Jelang Lawan Mesir, Scaloni Sebut Tak Ada Favorit di Piala Dunia [FOTO: NET].

JAKARTA - Menjelang bentrokan antara Argentina melawan Mesir pada fase 16 besar Piala Dunia 2026, Lionel Scaloni memandang peta persaingan dalam turnamen kali ini bergulir jauh lebih sengit ketimbang pelaksanaan edisi-edisi terdahulu.

Agenda duel Argentina kontra Mesir demi memperebutkan tiket menuju babak 8 besar Piala Dunia 2026 tersebut dijadwalkan mentas pada Selasa (7/7/2026) jam 23.00 WIB bertempat di Stadion Atlanta, Amerika Serikat. 

Menurut arsitek tim nasional Argentina tersebut, sejauh ini belum muncul satu pun tim unggulan yang benar-benar mampu memperlihatkan dominasi absolut di sepanjang turnamen.

Sang pelatih mengamati bahwa banyak negara papan atas justru mendapati kendala besar tatkala meladeni perlawanan dari musuh mereka masing-masing.

"Saya pikir Piala Dunia ini sangat sulit bagi semua orang, sepertinya tidak ada favorit yang jelas," kata Scaloni dalam konferensi pers, dilansir dari Reuters.

"Tidak ada tim nasional yang, seperti yang biasa kami lihat sebelum Piala Dunia, menjadi favorit yang jelas."

"Kondisinya juga sangat berbeda dari yang kami lihat di edisi sebelumnya," terang Scaloni.

Scaloni pun memberikan perhatian pada padatnya kalender laga yang harus dilewati oleh para pesepak bola sebelum akhirnya bertarung di panggung Piala Dunia. Ia berpendapat bahwa situasi fisik tersebut turut mereduksi mutu performa dari banyak kesebelasan.

"Dan saya mengerti bahwa sebagian besar pemain telah memainkan banyak pertandingan, dan itu banyak sekali pertandingan yang harus mereka mainkan. Dan itulah mengapa mungkin levelnya tidak seperti yang biasa kami lihat."

"Terlepas dari fakta bahwa ada empat atau lima favorit utama, tim-tim tersebut tidak menampilkan sepak bola yang kami harapkan sebelum Piala Dunia."

Argentina Tetap Puas dengan Performa Tim

Skuad La Albiceleste melangkah ke putaran 16 besar Piala Dunia 2026 dengan bekal positif berupa torehan empat kemenangan secara beruntun. 

Biarpun begitu, Argentina dipaksa memeras keringat dengan sangat keras tatkala meladeni Cape Verde pada fase 32 besar sebelumnya.

Dalam jalannya laga tersebut, Argentina dipaksa berjuang melampaui waktu normal hingga babak perpanjangan waktu sebelum akhirnya mampu menyudahi perlawanan dengan keunggulan 3-2. 

Hasil ketat itu membuat Scaloni tetap melihat adanya celah untuk membenahi skema permainan timnya.

"Level Argentina dapat diterima," kata Scaloni.

"Kami memenangkan empat pertandingan, dan saya pikir itu adalah alasan untuk merasa puas. Selalu ada hal-hal yang dapat kami perbaiki, bahkan ketika kami menang."

Juru taktik berumur 48 tahun itu pun menguraikan beberapa aspek yang melatarbelakangi mengapa setiap laga di Piala Dunia periode ini terasa jauh lebih berat bagi seluruh kontestan.

"Piala Dunia ini sulit. Perjalanan, panas, lapangan, rumput... terkadang bola tidak bergerak dengan baik. Ada banyak faktor yang membuat sulit untuk benar-benar menunjukkan keunggulan Anda."

Andalkan Karakter saat Hadapi Mesir

Scaloni menaruh harapan agar armada Argentina kembali memperlihatkan mentalitas bertarung yang kokoh sewaktu bersua Mesir. 

Ia menilai identitas serta karakter tim bakal menjadi senjata andalan utama ketika strategi permainan di lapangan tidak berjalan selaras dengan rencana awal.

"Dalam sebuah pertandingan, ketika keadaan tidak berjalan sesuai keinginan Anda atau lawan mempersulit keadaan, maka Anda dapat mengandalkan ketangguhan, intensitas, dan semangat yang ada dalam DNA kami," katanya.

"Dan ini adalah sesuatu yang dimiliki tim ini. Anda bisa bermain lebih baik atau lebih buruk, tetapi ketika Anda tidak bisa bermain dengan baik, Anda membutuhkan semua itu. Jika tidak, Anda akan tersingkir."

Scaloni mengutarakan bahwa hasil kemenangan atas Cape Verde kemarin menjadi sebuah pembuktian nyata betapa krusialnya aspek mentalitas bertanding. 

Menurutnya, Argentina sanggup melewati adangan sulit itu lantaran para penggawa tim konsisten memelihara semangat juang hingga peluit panjang ditiup.

"Saya yakin bahwa jika kami tidak mengandalkan karakter kami di pertandingan terakhir, kami akan tersingkir."

Terkini